NUTRISI MADU
Kandungan Nutrisi pada Madu dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Madu
merupakan bahan alami yang digunakan sebagai pemanis dan penambah
energi. Kandungan nutrisi pada madu terdiri atas vitamin hingga mineral
yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh.
Seperti yang dikutip
dari situs web Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Aek Nauli madu dihasilkan dari hewan lebah. Sumber utama
penyusun madu adalah nektar yang merupakan cairan manis pada bunga.
Nektar
ini salah satu sumber pakan lebah selain tepung sari atau pollen.
Mengumpulkan nektar dan pollen merupakan salah satu tugas yang harus
dilakukan oleh lebah pekerja.
Secara umum, proses pembuatan madu
terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pengumpulan madu, pengubahan nektar
menjadi gula invert, dan pengurangan kandungan air dan pematangan madu.
Cairan
air liur lebah yang mengandung enzim akan memecah gula kompleks pada
nektar menjadi glukosa dan fruktosa. Sementara kandungan air akan
berkurang dengan cara penguapan karena kipasan sayap lebah. Hingga lama
kelamaan madu akan matang jika kandungan airnya maksimal 20%.
Berikut beberapa hal tentang kandungan nutrisi madu dan manfaatnya yang perlu diketahui:
1. Jenis-jenis Madu
Ada
lebih dari 300 jenis madu di seluruh dunia. Mereka berbeda dalam warna,
aroma dan rasa tergantung pada sumber tanaman tempat lebah mengumpulkan
nektar. Beberapa jenis madu yang terkenal adalah madu manuka dan
akasia.
2. Kandungan Nutrisi pada Madu
Dikutip
dalam eufic.org, kandungan madu asli terdiri dari karbohidrat (gula
sederhana, fruktosa dan glukosa), air, sedikit protein, vitamin,
mineral, enzim dan polifenol termasuk flavonoid.
Kandungan
nutrisi pada madu berdasarkan analisis 8 sampel dari berbagai jenis madu
menunjukkan bahwa madu dalam 100 gram mengandung 288 Kkal, karbohidrat
76,4 gr, fruktosa 41,8 gr, glukosa 34,6 gr, protein 0,4 gr dan air.
Madu Clover Honey, Nutrisi hingga Manfaat Sehatnya Foto: Getty Images/iStockphoto/amriphoto
3. Manfaat Madu
Manfaat
madu sangat beragam. Madu telah banyak digunakan selama ribuan tahun
dalam pengobatan tradisional karena sifatnya yang berpotensi sebagai
antibakteri, anti inflamasi dan antioksidan.
Madu dibuat khusus
untuk penggunaan medis dan dapat dioleskan secara topikal untuk membalut
luka. Kandungan kelembaban yang rendah, hidrogen peroksida dan keasaman
madu (pH rata-rata 3,9) tidak ramah terhadap bakteri dan memberikan
madu sifat antibakterinya.
4. Madu vs Gula
Tidak
seperti gula, madu mengandung vitamin, mineral dan antioksidan. Vitamin
dan mineral dalam madu hadir kurang dari 1 persen dari jumlah asupan
harian yang direkomendasikan. Satu sendok madu berkontribusi pada
metabolisme energi.
Jika ingin menambahkan asupan vitamin C,
Anda bisa menambahkan perasan lemon atau air jeruk nipis. Madu juga
sering dijadikan sebagai tambahan jamu ataupun minuman sehat.
Meskipun
memiliki banyak manfaat, madu tidak disarankan untuk dikonsumsi pada
anak di bawah usia satu tahun karena bisa saja kandungan madu asli
mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan
infeksi serius pada bayi.
Komentar
Posting Komentar